Friday, 3 October 2014

Blok Filsafat 7th Meet on September 25th 2014


Hai semuaa saya ingin post materi perkuliahan saya pada tanggal 25 September 2014 yaitu filsafat manusia tentang jiwa dan badan.


Filsafat Manusia: Jiwa dan Badan

Pengantar

Badan dan Jiwa
Badan dan jiwa merupakan satu kesatuan yang membentuk pribadi manusia. Kesatuan keduanya membentuk keutuhan pribadi manusia.
A. Monisme
Yaitu aliran yang menolak pandangan bahwa badan dan jiwa merupakan dua unsur yang terpisah. Badan dan jiwa satu substansi yang membentuk pribadi manusia. Ada 3 bentuk dalam aliran ini
1. Materialisme
Menempatkan materi sebagai dasar bagi segala hal yang ada(fisikalisme). Manusia bersumber pada materi. Jiwa tak punya eksistensi dan bersumber dari materi. Eksistensi jiwa bersifat kronologis (hasil hubungan sebab akibat).
2. Teori Identitas
Menekankan hal berbeda dari meterialisme yang mengakui aktivitas mental manusia. Badan dan jiwa merupakan dua elemen yang sama.
3. Idealisme
Ada hal yang tak dapat diterangkam semata berdasarkan materi seperti pengalaman,nilai dan makna,berarti bila dihubungkan dengan sesuatu yang imaterial yaitu jiwa.

B. Dualisme
Yaitu badan dan jiwa adalah dua elemen yang berbeda dan terpisah. Perbedaannya pada pengertian dan objek. Ada 4 cabang:
-Interaksionisme: fokus pada hubungan timbal balik antara badan dan jiwa
-Okkasionalisme: memasukkan dimensi ilahi dalam membicarakan hubungan badan dan jiwa.
-Paralelisme: sistem kejadian ragawi yang ada di alam sedangkan sistem kejadian kejiwaan ada pada jiwa manusia.
-Epifenomenalisme: melihat hubungan jiwa dan badan dari fungsi syaraf.

Badan Manusia
Badan adalah elemen mendasar dalam membentuk pribadi manusia. Hakekat badan terletak dalam seluruh aktivitas entitas yang terjadi dalam badan seperti menangis,tertawa,berjalan,lari,duduk dan lainnya.

Jiwa Manusia
Badam manusia tak memiliki apa-apa tanpa jiwa. Jiwa adalah sebagai kompleksitas kegiatan mental manusia.
James Pratt menunjuk ada 4 kemampuan dasar jiwa yaitu
-Menghasilkan kualitas pengindraan
-Mampu menghasilkan makna yang berasal dari penginderaaan khusus
-Mampu memberi tanggapan terhadap hasil pengindraan
-Memberi tanggapan pada proses yang terjadi dalam pikiran demi kebaikan.
Menurut Agustinus, manusia hanya bisa melakukan penilaian terhadap tindakannya karena dorongan dari jiwa.

Sumber : media powerpoint KBK blok Filsafat Universitas Tarumanagara

1 comment:

  1. Bgua bngt blog nya egaaa, ak ksih 100 yaaa :))

    ReplyDelete