Wednesday, 24 September 2014

Blok Filsafat 4th meet on September 19th 2014


Pada pertemuan keempat perkuliahan saya saya akan membahas mengenai Subyektivisme, obyektivisme dan Konfirmasi, Inferensi dan Konstruksi Teori. Semoga bermanfaat ya!

Subyektivisme

Subyektivisme adalah pengetahuan yang dipahami sebagai keyakinan yang dibuat oleh individu.
Ciri-ciri pendekatan Subyektivisme :
a. menggagas pengetahuan sebagai suatu keadaan mental yang khusus misalnya sejarah, kepercayaan, dll
b. Pengalaman subyektif sebagai titik tolak pengetahuan dari data inderawi diri sendiri
c. prinsip subyektif tentang alasan cuku karena pengalaman sifatnya pribadi.

Pendukung pandangan ini adalah :

  • Aristoteles, Palto Rene Descartes
  • Kaum Solipsisme
  • Kaum Realisme Epistemologis
  • Kaum Idealisme Epistemologis
1. Rene Descartes











Mengungkapkan Cogito ergo sum cogitans yang berarti 'saya berfikir maka saya adalah pengada yang berfikir'. Menurut descartes, berfikir tidak dimaksudkan secara eksklusif pada penalaran sja tetapi melihat,mendengar, merasa, dan kegiatan sadar lainnya masuk dalam kegiatan 'berfikir'. menurut Descartes, bahwa Tuhan Yang Maha Kuasa dapat memunculkan data indera dalam kesadaran. Descartes juga menolak sketisisme (sikap meragukan kebenaran)

2. Realisme Eistemologis 
Berpendapat bahwa kesadaran menghubungkan 'saya' dengan 'apa yang lain' dari diri saya.

3. idealisme Epistemologis
Kaum ini menyatakan bahwa setiap tindakan mengetahui akhir didalam suatu ude yang merupakan subyektif murni.

Dalam subyektivisme, kenyataan adanya bahasa selalu mengandaikan bahwa adanya pribadi atau subyek lain selain dirinya sendiri. Bahasa sebagai sarana komunikasi untuk menjalin hubungan dengan orang lain. Kesadaran akan diri sendiri bukan suatu intuisi langsung tentang diri dalam gagasan yang terpilih sebagaimana yang dipahami oleh Rene Descartes. Kesadaran akan diri sendiri merupakan hasil dari suatu proses bertahap melalui pengalaman pergulatan dengan dunia luar. Dalam kenyataan hidup diri sebagai subyek yang bukan hanya berfungsi sebagai penahu (knower) tetai juga sebagai pelaku (agen) tidak bisa mengandaikan adanya yang lain baik sebagai obyek pengetahuan dan kegiatannya maupun sebagai sesama subyek dalam dialog.

Obyektivisme
Obyektivisme adalah suatu pandangan yang menekankan bahwa butir-butir pengetahuan manusia dari soal yang sederhana sampai yang kompleks mempunyai sifat dan ciri yang melampaui keyakinan dan kesadaran individu. Obyektivisme merupakan pandangan bahwa obyek yang kita persepsikan melalui perantara indera kita itu ada dan bebas dari kesadaran manusia dan beranggapan pada tolok ukur suatu gagasan berada pada obyeknya. Pendukung pandangan ini adalah Popper,latatos, dan Marx.

Pandangan Obyektivisme
a. kebenaran itu independen terlepas dari pandangan subyektif
b. Kebenaran itu datang dari bukti yang faktual
c. kebenaran hanya bisa didaari dari pengalaman inderawi

Pengetahuan dalam pengertian Obyektivitas
a. sepenuhnya independen dari klaim seseorang untuk mengetahuinya
b. pengetahuan terlepas dari keyakinan sesorang
c. pengetahuan tanpa orang  yaitu ia adalah pengetahuan tanpa diketahui subjek (Menurut Karl R. Popper)

Sifat Obyektivisme
a. bersifat umum, berartiobyek yang sama dapat dipersepsikan oleh pengamat yang jumlahnya tak terbatas
b. bersifat permanen baik untuk dipersepsikan ataupun tidak

Para flsiuf Skolastik menganggap perlu untuk memperbaiki beberapa keyakinan harian kita. Untuk mempercayai kebenaran inderawi harus memenuhi syarat yaitu
1. obyek harus sesuai dengan jenis indera kita
2. organ indera harus normal dan sehat.
3. adanya medium

Obyek terdiri dari :
a. obyek khusus, yaitu data yang ditangkap hanya satu indera
b. obyek umum, yaitu data yang ditangkap oleh lebih dari satu indera.

Konfirmasi
 Secara etimologi konfirmasi berasal dari kata Confirmation dalam bahasa Inggris yang berarti penegasan dan memperkuat. Berkaitan dengan filsafat ilmu maka fungsi ilmu pengetahuan adalah menjelaskan,menegaskan apa yang didapatkan dari fakta.

Aspek Konfirmasi

a. Konfirmasi Kuantitatif
Untuk memastikan kebenaran dan ilmu pengetahuanmengemukakan aspek kuantitatif. Misalnya membuat penelitian dengan mengumpulkan sampel yang akhirnya membuat suatu kesimpulan yang bersifat umum.
b. Konfirmasi Kualitatif
ada kalanya ilmu pengetahuan dalam penelitian tidak bisa melaksanakan kuantitatif maka harus menjalankan konfirmasi kualitatif. Misalnya dalam penelitian mengadakan wawancara (interview)

Teori Konfirmasi
1. decision theory
Kepastian berdasarkan keputusan 'apakah hubungan antara hipotesis dengan fakta ada manfaat faktual?
2. estimation theory
menetapkan kepastian dengan memberi peluang benar salah melalui konsepprobabilitas, contohnya pada penelitian menggunakan statistika.
3. reliability theory
menetapkan kepastian dengan mencermati stabilitas fakta atau evidensi yang berubah ubah terhadap hipotesis

Inferensi
Inferensi berarti penyimpulan. Bisa berupa mengakui atau memungkiri suatu kesatuan antara dua pernyataan.

Jenis Inferensi
penarikan konklusi dapat dilakukan melalui deduktif atau induktif.
a. Deduktif
melalui deduktif ada dua jenis yaitu inferensi langsung dan tidak langsung
-langsung : penarikan kesimpulan hanya dari satu premis. premis ialah dasar pemikiran yang menjamin terbentuknya kesimpulan
-tidak langsung : penarikan kesimpulandengan menggunakan dua premis. Premis-premis merupakan proposisi yang digunakan untuk membuat konklusi atau kesimpulan.
 b. Induktif

Hukum Inferensi
1. Jika premis benar,kesimpulan benar
2. Jika premis salah,kesimpulan dapat salah dapat juga benar
3. Jika kesimpuan salah, premis juga salah
4. Jika kesimpulan benar, premis dapat benar maupun salah.

Konstruksi Teori

Yaitu model atau kerangka pikiran yang memaparkan kejadian alami atau sosial tertentu. Konstruksi teori dibangun dengan abstraksi generalisasi dan deduksi probabilistik dan deduksi apriori atau spekulatif. 

Model Konstruksi Teori
a. Korespondensi : kebenaran sesuatu dibuktikan dengan menemukan relevansi dengan yang lain
b. Koherensi : sesuatu dipandang benar bila sesuai dengan moral tertentu. digunakan dalam pendekatan fenomenologis. 
c. Pragmatis : konsep kebenaran didata menurut pola hubungan yang beragam, menyederhanakan yang kompleks. 

Sekian post saya mengenai subyektivisme dan obyektivisme konfirmasi, inferensi dan konstruksi teori semoga bisa bermanfaat ya!

Sumber :
Media powerpoint pembelajaran KBK Blok Filsafat Universitas Tarumanagara
http://en.wikipedia.org/wiki/Ren%C3%A9_Descartes

2 comments: