Wednesday, 24 September 2014

Blok Filsafat 4th Meet on 19 September 2014 part II


Berhubung perkuliahan saya terbagi menjadi empat sesi, jadi dua sesi telah saya ost sebelumnya yaitu mengenai subyektivisme,Obyektvisme, Konfirmas,Inferensi dan Konstruksi teori. Nah kali ini saya akan melanjutkan materi mengenai Logika dan Critical thinking. Semoga bisa bermanfaat ya

Logika
Dalam bahasa Yunani, yaitu logikos yang berarti sesuatu yang diungkapkan atau diutarakan melalui bahasa. Logika yaitu cabang filsafat yang mempelajari, menyusun dan membahas asas atau aturan formal serta kriteria yang sahih bagi penalaran dan penyimpulan untuk mencapai kebenaran yang dapat dipertanggung jawabkan.

Obyek Logika

a. Obyek material
Logika adalah manusia itu sendiri
b. Objek Formal
Logika ialah kegiatan akal budi untuk melakukan penalaran yang tepat yang tampak melalui ungkapan pikiran melalui bahasa.

Manfaat belajar logika

1. Membantu berpikir kritis,rasional, dan metodis.
2. Meningkatkan kemampuan nalar
3. Mampu lebih mandiri
4. Menambah kecerdasan berfikir sehingga bisa menhindari kesesatan dalam menarik kesimpulan.

Sejarah Logika

Pertama digunakan istilah logika oleh Zeno dengan aliran stoisisme namun filsuf pertama yang menggunankannya adalah Aristoteles. Prinsip logika yang dikembangkan oleh Aristoteles tetap menjadi prinsip-prinsip logika modern. Tradisonalnya membahas definisi, konsep, dan term menurut struktur, susunan nuansa, seluk beluk penalaran agar mendapat kebenaran yang sesuai dengan kenyataan. 

Macam Logika
1. Logika Kodrati
Satu suasana saat akal budi bekerja menurut hukum logika secara spontan
2. Logika Ilmiah
Berusaha mempertajam akal budi manusia agar dapat bekerja leih teliti atau tepat sehingga kesesatan dapat dihindari.

Logika Formal
Yaitu logika tentang kebenaran bentuk. Disebut juga logika minor. Sebuah argumen dikatakan mempunyai kebenaran bentuk apabila konklusinya kita tarik secara logis dari premis dengan mengabaikan isi yang terkandung dalam argumen tersebut. Jika susunan premis tidak dapat dijadikan pangkal untuk menarik kesimulan yang logis maka yang harus diperhatikan adalah penyusunan pertanyaan yang menjadi premis atau dasar penyimpulan.

Logika Material
Yaitu logika yang membahas tentang kebenaran isi. Logika ini disebut logika mayor. Sebuah argumen dikatakan mempunyai kebenaran isi apabila pernyataan yang membentuk argumen tersebut sesuai dengan kenyataan.

Critical Thinking

Critical thinking atau yang disebut berpikir kritis adalah merasionalisasi kehidupan manusia secara hati hati mengamati proses berpikir sebagai dasar untuk mengklarifikasi dan memperbaiki pemahaman kita tentang sesuatu.

Karakteristik berpikir Kritis
a. Rasional, Reasonable, Reflektif 
berdasarkan alasan dan bukti bukti dan bukan keinginan pribadi.
b. Melibatkan Skeptism yang sehat dan Konstruktif
Tidak menerima atau menolak ide ide kecuali karena mengerti hal tersebut
c. Otonomi
Tidak mudah dimanipulasi dan berpikir dengan pikiran sendiri.
d. Kreatif
Menciptakan ide-ide orisinal dengan menghubungkan pemikiran dan konsep
e. Adil
Tidak bias atau berpihak
f. Dapat dipercaya dan dilakukan
Memutuskan tindakan yang akan dilakukan,membuat observasi yang dapat dipercaya,menegakan kesimpulan secara tepat dan mengatasi masalah dengan mengevaluasi kebijakan, tuntutan, dan tindakan.

5 Model berpikir kritis

T=otal Recall
H=abits
I=nquiry
N=ew ideas and Creativity
K=nowing how you think

Sekian post saya, semoga kita dapat memetik pembelajaraan yang berguna, terima kasih!

Sumber :

media powerpoint pembelajaran KBK Blok Filsafat Universitas Tarumanagara

2 comments: